Menyontek
Posted by pwijayanto on September 24, 2007

Walaupun tahu bahwa menyontek adalah perbuatan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, tetap saja ada mahasiswa yang melakukan itu. Bahkan sampai ketika mengerjakan skripsi, tidak segan-segan ada mahasiswa yang copy paste skripsi orang lain. Pertanyaan yang ada di benak saya adalah bagaimana orang-orang ini menghormati Tuhannya? Di Kitab Ulangan, jelas tertulis “orang yang berbuat curang adalah kekejian bagi Tuhan“. Ataukah berpikir tidak apa-apa nyontek, hanya ‘dosa’ kecil. Toh bisa minta ampun pada Tuhan.
Ya sekecil apapun, dosa itu tetap dosa. Seperti halnya orang tenggelam di air, walaupun hanya 1 cm dibawah permukaan air, tetap saja namanya tenggelam, seperti halnya orang yang 10 meter di bawah permukaan air.
Ok, kalau menyontek itu dianggap ‘dosa kecil’ tetapi ingat, kecil-kecil lama-lama jadi besar lho….! Jadi lebih baik tidak menyontek. Tapi kalau mau nyontek, ya silakan, (toh tanggung jawab anda sendiri). Nih saya beri cara menyontek yang aman. Antara lain
Siapkan contekan dengan baik
- tulis secara rapi di kertas kecil, yang mudah dibawa, di saku baju, saku celana atau dibalik kaus kaki.
- datang ke kelas lebih awal, tuliskan contekan dikursi kuliah. (kalau tertangkap, bilang saja tulisan itu sudah ada sejak dulu)
- tulis sebagai note / sms di hp. (seandainya diijinkan membuka hp sewaktu tes berlangsung)
- tulis di bagian-bagian tubuh yang ‘aman’, antara lain. telapak tangan (tentunya jangan sering-sering membuka tangan), paha (khususnya bagi mahasiswi yang memakai rok — dijamin pengawas tes tidak akan menyibak rok, hanya untuk mencari bukti).
Ingat, saya tidak meminta/menyuruh mahasiswa/mahasiswi menyontek, tetapi seandainya hal itu terpaksa dilakukan (karena sudah tidak merasa takut sama Tuhan), ya mungkin demikian itu caranya. (itu saya dapatkan dari pengalaman menangkap basah beberapa mahasiswa yang mencontek).
Heran.. sama Setan takut setengah mati…, tapi sama Tuhan malah nggak takut. Siapa sih yang jadi “bos”? Tuhan apa Setan?
