Pemborosan
Posted by pwijayanto on September 24, 2007
Mari kita teliti, berapa rata-rata kertas yang terbuang dari seorang mahasiswa selama satu semester? Katakanlah 100 lembar (ini meliputi, kertas-kertas catatan yang tidak jadi terpakai, handout kuliah yang dibuang, kertas terbuang karena salah cetak ketika mengerjakan tugas, kertas-kertas bimbingan skripsi, dan lain-lain).
Seandainya mahasiswa rata-rata kuliah selama 8 semester, maka tiap mahasiswa memboroskan kertas sebanyak 800 lembar. Jika satu angkatan mahasiswa masuk UKSW sebanyak 2.500 orang, maka pemborosan semua mahasiswa satu angkatan adalah 2.000.000 lembar (4000 rim). Berapa banyak untuk 4 angkatan, 10 angkatan dan seterusnya. Itu baru UKSW, bayangkan hal ini juga berlaku pada universitas-universitas lain di Indonesia. Luar biasa banyak bukan?
Tetapi hal ini tidak disadari sebagai pemborosan, karena kontribusi boros tiap-tiap mahasiswa relatif kecil, yang menjadi sangat besar ketika dikumulatifkan dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya.
Pertanyaan selanjutnya adalah berapa banyak pohon yang telah sia-sia ditebang untuk membuat sekian banyak kertas yang akhirnya dibuang oleh para mahasiswa ini?
Dapatkah kita mulai menghemat kertas sekarang? atau membiarkan kejadian ini berlangsung terus menerus, sampai akhirnya hutan tiada lagi, karena sudah habis untuk membuat kertas? Bagaimanapun juga, secara tidak langsung kita memiliki andil dalam pemanasan global yang sudah terjadi dan makin menguatirkan para pemerhati lingkungan hidup.
Inilah sebab antara lain sebab saya mengajarkan tentang NPO (Non Product Output) beberapa tahun terakhir ini kepada para mahasiswa. Paling tidak untuk memberitahukan bahwa pemborosan itu sedapat mungkin dikurangi, jika tak dapat ditiadakan.
